Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Cacar Monyet Masuk Indonesia, Ini Cara Mengatasinya

bintil-bintil di tangan cici cacar monyet
CACAR MONYET: Bintil-bintil di tubuh adalah salah satu ciri cacar monyet. Foto: Mario Guty/Getty via BBC

JAKARTA – 21 Agustus (moerni) – Cacar monyet diketahui telah masuk ke Indonesia. Kasus pertama telah dikonfirmasi oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Sabtu (20/8) lalu. Kasus pertama cacar monyet di Indonesia ditemukan di wilayah DKI Jakarta.

 

Muhammad Syahril, juru bicara Kemenkes megatakan, pasiennya adalah seorang laki-laki. Berusia 27 tahun. Dan tinggal di DKI Jakarta. Pasien tersebut, memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

 

Pasien dinyatakan positif cacar monyet setelah sempat dirawat di rumah sakit. Petugas kesehatan di rumah sakit tempat pasien dirawat yang mendeteksi pertama kali. Pasien mengalami gejala demam pada 14 Agustus 2022. Ia juga mengalami pembesaran kelenjar limfa.

 

“Dalam hitungan dua hari, PCR dilakukan dan tadi malam (Jumat, 19/8), diumumkan positif terkonfirmasi,” kata Syahril dikutip dari BBC Indonesia.

 

Syahril juga menyebutkan, bahwa di tubuh pasien telah muncul bercacat cacar. Cacar di antaranya ditemukan di bagian muka, telapak tangan, kaki dan sebagian alat genitalia atau organ seksual.

 

Saat ini, pasien tersebut dalam kondisi baik dan memiliki gejala ringan cacar monyet. Sehingga saat ini pasien hanya perlu melalukan isolasi mandiri di rumah.

 

Cacar monyet atau Monkeypox sebelunya sudah dinyatakan oleh WHO sebagai salah satu wabah global. Penyakit ini diketahui sudah menyebar ke 87 negara. Sebagian besar di Eropa dengan temuan lebih dari 26 ribu. Sementara di Asia, cacar monyet sudah terdeteksi di Singapura, Thailand, Filipina dan kini di Indonesia.

 

Salah seorang dokter spesialis penyakit dalam tanah air, Zubairi Djorban sebelumnya sudah sempat mempertanyakan penyebaran cacat monyet di Indonesia.

 

Saat itu kepada BBC Indonesia, ia berkata ‘Enggak logis kalau di Indonesia belum ada [kasus positif cacat monyet. Jadi, mungkin sekali sudah ada, namun belum terdeteksi,’

 

 

cacar monyet

CACAR MONYET: Penyakit cacar monyet saat ini sudah menyebar di 87 negara, terbanyak di Eropa. Di Asia, penyakit ini terdeteksi di Singapura, Thailand dan Filipina. Foto : KATERYNA KON/Getty via BBC

 

 

Cacar Monyet dan Cara Mengatasinya

 

Sebelum mengetahui cara mengatasi cacar monyet, ada baiknya kita terlebih dahulu mengenali gejalan-gejalan penyakit satu ini.

 

Gejala Cacar Monyet  

  1. Demam
  2. Kelelahan
  3. Sakit kepala
  4. Nyeri otot
  5. Ruam
  6. Bintik-bintik berisi cairan
  7. Sakit punggung

Sumber:Kompas

 

Setelah mengetahui gejala yang menyertai cacar monyet, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Di antaranya; rutin cek suhu tubuh hingga isolasi mandiri di rumah selama 24 jam.

 

Apabila merasa kedinginan disertai pembengkakan pada area kelenjar getah bening, serta ruam di kulit, dianjurkan menghindari kontak fisik dengan orang lain demi cegah penularan.

 

Jika kondisi makin parah, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

 

Sebetulnya cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self-limited disease). Tapi gejalanya dapat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Apalagi penyakit ini cenderung sembuh lebih lama dibandingkan penyakit cacar lainnya.

 

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter perlu melakukan pemeriksaan secara lengkap. Akan tetapi, penyakit ini bisa salah diagnosis menjadi penyakit cacar lainnya. Seperti cacar air atau cacar api. Karena gejalanya yang mirip.

 

Salah satu tes yang direkomendasikan adalah tes usap atau polymerase chain reaction (PCR). Tes ini bertujuan menganalisis sampel dari lesi kulit yang terdampak oleh cacar.

 

Sejauh ini belum ditemukan pengobatan khusus untuk cacar monyet di Indonesia. Mengingat penyakit ini baru ditemukan di Indonesia.

 

Meski begitu, penyakit ini dapat ditangani dengan mencoba mengendalikan gejala-gejala yang muncul. Di antaranya melalui perawatan yang bersifat suportif dan pengobatan melalui antivirus.

 

Perawatan suportif bertujuan untuk meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi.

 

Hingga saat ini belum ada obat yang spesifik untuk mengobati cacar monyet. Mengutip hellosehat, jenis antivirus seperti cidofovir atau tecovirimat bisa membantu dalam proses pemulihan. Karena jenis antivirus ini bisa digunakan untuk mengobati cacar (smallpox).

 

Selama mengalami gejala cacar monyet anda bisa memperbanyak istirahat. Serta mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi dengan menjalani diet sehat secara ketat.

 

Anda juga diharapkan melakukan isolasi mandiri dan mengurangi kontak dengan orang lain.

 

Pada kasus yang parah, penderita dianjurkan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Guna mendapatkan pengobatan intensif.

 

Pemberian vaksin cacar (Jynneos) diketahui 85% efektif mencegah penyakit ini. Vaksin tersebut merupakan hasil modifikasi dari vaksin vaccinia. Yang sebelumnya digunakan untuk mencegah penyakit cacar (smallpox).

 

Pemberian dua dosis vaksin Jynneos dalam 28 hari terbukti menguatkan respon sistem imun. Dibandingkan satu dosis vaksin cacar sebelumnya.

 

Akan tetapi, ketersediaan vaksin tersebut di pusat layanan kesehatan publik masih sangat terbatas. Di Indonesia sendiri belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah monkeypox.

 

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat membantu terhindar dari infeksi penyakit ini. Rajinlah mencuci tangan terutama setelah berinteraksi dengan hewan. (01)

 

Artikel Menarik Lain yang Mungkin Terlewatkan

 

Leave a Comment