Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Deolipa Yumara, Profil dan Alasan Dipecat Sebagai Pengacara Bharada E

Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin mengacukan perlindungan saksi ke LPSK
SAKSI: Kuasa hukum Bharada E, Deolopa dan Muhammad Boerhanuddin di LPSK, Senin (8/8/2022). Foto: Ainun Nabila/kumparan

Deolipa Yumara. Nama itu kini banyak disebut-sebut seiring pengusutan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Namun, kini ia tak lagi terlibat dalam kasus itu. Ia sudah tak lagi berstatus sebagai pengacara Bharada Eliezer atau Bharada E, salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Status pengacara nyentrik itu baru saja dicabut.

 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membenarkan hal tersebut. “Iya, betul,” kata Andi Jumat (12/8) kepada detik.

 

Andi menjelaskan detil pencabutan kuasa tersebut. Namun katanya, pencabutan status sebagai pengacara merupakan wewenang Bharada E. “Ya namanya juga ditunjuk. Kalau penunjukannya ditarik, kan terserah yang nunjuk,” katanya.

 

Andi menyebut awalnya Deolipa dan Boerhanuddin memang ditunjuk oleh salah satu penyidik untuk membela Bharada E. “Penyidik yang menunjuk untuk Bharada E,” katanya.

 

 

Deolipa Yumara didampingi Muhamad Boerhanuddin

CABUT: Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin kini tak lagi berstatus sebagai pengacara Bharada E. Syatusnya kini telah dicabut. Foto: Detik

 

 

 

Deolipa Yumara Minta Fee Rp15 Triliun

 

Deolipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin yang dikonfirmasi terpisah oleh wartawan kemarin (12/8) mengaku belum mengetahui prihal tersebut.

 

“Ini kan penunjukan dari negara, dari Bareskrim. Tentunya saya minta fee saya dong. Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara. Saya minta Rp 15 triliun, supaya saya bisa foya-foya,” kata Deolipa kepada wartawan Jumat (12/8/2022).

 

Deolipa mengatakan meminta Rp 15 triliun karena merasa ditunjuk oleh negara. Jika tidak dipenuhi, katanya, dirinya akan mengajukan gugatan. “Ya kan kita ditunjuk negara, negara kan kaya. Masa kita minta Rp 15 triliun nggak ada. Ya kalau nggak ada, kita gugat, catat aja,” katanya dikutip dari detik.

 

 

“Kapolri kita gugat, semua kita gugat. Presiden, menteri, Kapolri, Wakapolri, semuanya kita gugat supaya kita dapat ini kan sebagai pengacara, secara perdata, Rp 15 triliun,” tambahnya.

 

Deolipa mengatakan akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan dilakukan bisa secara perdata. “Perdata bisa ke PTUN, bisa secara perdata,” katanya.

 

Sebagai informasi, Delipa Yumara dan Muhamad Boerhanuddin adalah pengacara kedua Bharada E. Sebelumnya, sudah ada pengacara Bharada E yang mengundurkan diri dan belum diketahui juga apa penyebabnya.

 

Bharada Eliezer atau Bharada E adalah satu dari empat tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua. Selain Eliezer, Polri juga telah menetapkan tiga tersangka lain, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.

 

 

Profil Deolipa Yumara

Deolipa Yumara. Foto: Pikiran Rakyat

Deolipa Yumara Profil

 

Sebelum dinyatakan dicabut kuasanya sebagai pengacara Bhadara Eliezer atau Bharada E, Deolipa Yumara sempat mengeluhkan soal pengancaman terhadap dirinya. Keluhan itu bahkan disampaikannya kepada Menko Polhukam Mahfud MD dan Presiden Joko Widodo. Namun ia tak menyampaikan identitas orang yang mengancamnya tersebut.

 

Nama Deolipa Yumara sebelumnya kurang dikenal publik. Namun kini, namanya hangat diperbincangan. Di twitter hingga siang ini ada sekitar 6,500 twit dengan tagar Deolipa Yumara.

 

Deolipa Yumara pernah terlihat menjadi pengacara aktris sekaligus politisi, Angel Lelga. Deolipa Yumara saat itu mendampingi mantan istri Raja Dangdut Rhoma Irawa atas kasus penipuan bisnis kripto oleh seorang istri anggota kepolisian.

 

Kok rambutnya gondrong? Kesan pertama yang mungkin dilihat orang dari Deolipa Yumara adalah rambutnya yang gondrong. Yah…itu karena selain seorang pengacara, Deolipa Yumara juga seorang musisi. Ia diketahui punya band yang bernama Deolipa Project dan kanal YouTube bernama DEOLIPA. Ia adalah vokalis di band tersebut.

 

Poltal Jember menyebut, Deolipa Yumara mengawali karirnya sebagai pengacara sejak tahun 1998. Saat itu, ia belum mendapatkan kartu anggota pengacara. Ia mendapatkan pengesahan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta pada tahun 2000.

 

Dalam karirnya dibidang hukum, Deolipa Yumara pernah bergabung dengan DPN Pusat Peradi bagian Hak Asasi Manusia (HAM). Dan, pada tahun 2019 Deolipa Yumara terpilih menjadi ketua umum API (Asosiasi Pengacara Indonesia) pada Musyawarah Nasional ke-2. (01)

 

Artikel Menarik Lain yang Mungkin Terlewatkan

Leave a Comment