Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Duka Gempa Cianjur: Nyawa Melayang Tertimpa Bangunan

Duka Gempa Cianjur: Nyawa Melayang Tertimpa Bangunan
KORBAN LUKA : Sejumlah korban mendapatkan perawatan di Halaman RSUD Sayang, Kab Cianjur, Senin (21/11). Usai Gempa berkekuatan 5,6 SR yang berasal dari aktivitas sesar cimandiri mengguncang. Foto: M/Fadlillah/Koran Gala

CIANJUR – 22 November – (moerni) – Siang (21/11) itu bumi Cianjur berguncang hebat. Rumah, pertokoan, gedung-gedung luluh lantah.

 

Tak ada yang menyangka. Tak ada yang menduga. Apalagi sudah bersiap siaga. Gempa datang tiba-tiba. Dengan kekuatan dahsyat. Yang menurut catatan mencapai 5,6 magnitudo.

 

Orang-orang di kabupaten di Jawa Barat itu panik. Pontang-panting. Kucar-kacir. Mereka lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Menyelamatkan anak-anak. Keluarga. Dan tetangga.

 

 

Sebagian berhasil selamat. Sebagian luka-luka. Sebagian lainnya. Meninggal dunia. Sebagian besar korban luka dan meninggal dunia. Karena tertimpa reruntuhan bangunan. Rumah dan gedung.

 

Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Tapi jumlah korban yang tak sedikit membuat rumah sakit kewalahan. Jumlah korban meninggal dunia saja sudah lebih dari 100-an jiwa. Belum lagi korban luka-luka. Yang diperkirakan terus bertambah. Dan mungkin sudah mencapai ribuan.

 

Para korbanpun terpaksa di rawat di pelataran parkir rumah sakit. Dengan peralatan seadaanya. Dan tenaga medis yang terbatas.

 

Bahrudin, salah seorang korban selamat menceritakan. Gempa terjadi begitu mengejutkan. Begitu menakutkan. Orang-orang di kampungnya di Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang lari tunggang-langgang. Menyelamatkan diri masing-masing.

 

Waktu kejadian, Baharudin tengah tidur siang. Namun gempa membuatnya terbangun. Ia langsung bangkit dari pembaringan. Lalu berlarian. Ke luar rumah. Begitupula dengan anak-anaknya. Yang sebelumnya bermain di teras.

 

Namun nahas. Saat mencoba lari. Anaknya tertimpa atap rumah. Yang runtuh seketika. Akibat guncangan gempa.

 

Baharudin mencoba menolong. Dan tak lama kemudian. Anaknya berhasil dievakuasi. Lalu dilarikan ke rumah sakit. “Ada warga di kampung yang meninggal (tertimpa bangunan),” katanya dikutip dari Detik.com.

 

 

Rosita, warga Mangunkerta, Kecamatan Cugenang. Merasakan kepanikan dan ketakutan yang sama. Rosita yang waktu kejadian berada di sawah. Bergegas lari pulang ke rumah. Untuk memastikan kondisi anak-anaknya.

 

Rosita lari dengan penuh kepanikan dan ketakutan. Terlebih ia sempat mendengar suara serupa ledakan. Namun beruntung. Setiba di rumah. Empat anaknya dalam keadaan selamat. Dan hanya mengalami luka-luka ringan. Rositapun langsung mencari kendaraan. Dan melarikan anak-anaknya ke rumah sakit.

 

 

Korban selamat gempa Cianjur lainnya adalah Siti Hamdalah. Perempuan 20 tahun ini mengalami luka robek di kepala. Karena tertimpa reruntuhan rumah.

 

Saat kejadian. Warga Kampung Bonjot, Cianjur tengah di kamar mandi. Ia hendak mengambil wudhu. Untuk Sholar Dzuhur. Namun belum sempat melaksanakan sholat. Gempa datang mengguncang. Dengan begitu kuat. Dengan begitu cepat.

 

Rumah Siti seketika ambruk. Dan Siti tak sempat berlari keluar rumah menyelamatkan diri. Beruntung. Ia luput dari maut. Meski harus mengalami luka serius di kepala.

“Saya baru selesai wudhu. Mau shalat. Tapi rumah langsung ambruk. Saya tertimpa.” Ujarnya dikutip dari Koran Gala.

 

Setelah tertimpa reruntuhan rumah. Siti sempat pingsan tak sadarkan diri. Seingatnya. Ketika pertama kali sadar. Ia sudah berada di atas motor. Bersama kakak keduanya. “Kaget karena banyak darah di kepala. Sama di Baju. Semua kena darah.” Tambahnya.

 

Ida Farida kakak Siti menambahkan. Siti berhasil selamat setelah ditolong tetangga. Perempuan 33 tahun itu kemudian langsung melarikan Siti ke rumah sakit.

 

Sementara untuk rumah yang mereka tinggali. Kini kata Ida sudah rata dengan tanah. Dan ia tak tahu akan pulang ke mana. Setelah gempa mereda.

 

 

Duka Gempa Cianjur: Nyawa Melayang Tertimpa Bangunan

GEMPA : Para korban gempa Cianjur dirawat di pelataran rumah sakit. Foto: KOMPAS.com/Firman Taufiqqurahman

 

 

Cerita duka juga dituturkan Jajang. Pria 51 tahun asal Kampung Garogol, Desa Cibulakan, Cugenang, Cianjur. Saat gempa menggungcang. Ia tengah berada di bengkel. Memperbaiki mobil. Tiba-tiba saja terasa goyang saat bumi berguncang.

 

Jajang saat itu tak sempat lari. Ia pun tertimpa reruntuhan. Setelah gempa reda, ia bergegas mengambil motor. Dan pergi ke puskesmas. Dengan muka penuh darah. Akibat tertimpa reruntuhan.

 

Warga sekampung Jajang. Ai Rohmah, juga mengalami luka-luka. Ia tertimpa lemari es. Dan wajahnya tertimpa batu reruntuhan rumah. Beruntung nyawanya selamat. Setelah tetangga datang menjelang. “Saya ketiban bata dan Kulkas. Untuk ditolong tetangga,” ceritanya sebagaimana dikutip dari Kompas.com. (01)

 

Leave a Comment