Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Everton Pecat Lampard di Tengah Krisis Keuangan dan Prestasi

Everton Pecat Lampard di Tengah Krisis Keuangan dan Prestasi
PECAK : Everton baru saja memecat manajernya Frank Lampard. Saat ini Everton berada di posisi ke-19 klasemen sementara Liga Primer Inggris. Foto: brfootball (Twiiter)

24 Januari – (moerni) – Everton baru saja memecat manajernya, Frank Lampard. Legenda Chelsea itu dipecat menyusul serentetan hasil buruk Everton. Yang kini membuat mereka berada di urutan ke-19. Klasemen sementara Liga Primer Inggris.

 

Bukan itu saja. Sejumlah petinggi klub dikabarkan juga menerima ancaman fisik bahkan pembunuhan. Di antaranya Direksi Everton-Chairman Bill Kenwright. CEO Denise Barrett-Baxendale. Direktur Keuangan Grant Ingles. Serta Direktur non-eksekutif Graeme Sharp.

 

Protes dari para fans pun terus terjadi di Goodison Park. Kondisi ini pun menjadi perhatian media nasional dan kepolisian Merseyside.

 

Everton juga tengah dihadapkan dengan krises keuangan. Setelah menjadi tim terboros. Keenam. Di Liga Primer Inggris. Sejak 2016.

 

Dan kondisi itu bertambah parah. Ketika mereka harus melepas Richarlison ke Tottenham Hotspurs. Demi mematuhi kepatuhan. Terhadap aturan financial fair play.

 

 

Dan awal bulan lalu. Kondisi itu diperparah dengan krisis kepercayaan dari para fans. Ada belasan kelompok fans yang menyurati pemilik Everton, Farhad Moshiri. Untuk segera melakukan perombakan besar-besaran. Mulai dari tingkat pelatih. Direksi. Dan eksekutif.

 

 

Everton Pecat Lampard di Tengah Krisis Keuangan dan Prestasi

Pemilik Everton Farhad Moshiri. Foto: Goal Indonesia

 

 

“Menyelamatkan klub dari penurunan yang berkelanjutan.” tulis Asosiasi Pemegang Saham Everton dikutip dari Goal Indonesia.

 

Dari sisi prestasi. Everton pun masih jauh tertinggal dari klub-klub top Liga Primer Inggris. Bahkan mereka terus memperpanjang daftar pencapaian buruk. Meski sudah gonta-ganti manajer. Mulai dari David Moyes. Roberto Martinze. Ronald Koeman. Marco Silva. Carlo Ancelotti. Rafa Benitez. Dan Lampard.

 

Selama ini, sebagian besar uang The Toffees dihabiskan untuk tambal sana-sini. Dan hasilnya tak membuat Everton lebih baik. Justru mereka terlihat lebih lemah. Dibandingkan setahun yang lalu.

 

 

Everton hanya memenangi tiga dari 19 laga. Dan telah tersingkir. Dari dua kompetisi. Piala domestik. Dan saat ini. Hanya meraih satu kemenangan. Dari 13 pertandingan di semua ajang. Merekapun hanya mencetak 15 gol. Terendah kedua dari peserta Liga Primer Inggris. Dan dalam bayang-bayang degradasi ke divisi Championship.

 

Sebelumnya Everton adalah klub yang bermimpi untuk menjadi besar. Tekad itu ditunjukkan dengan membangun stadion baru dengan kapasitas 53 ribu tempat duduk. Yang lokasinya di tepi Sungai Mersey.

 

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kini mereka harus menghadapi jurang degradasi yang lebar menganga. Dan pihak klub terlihat tak siap untuk menangani segera. Bagaimana kelak nasib klub yang tak lama lagi mencapai usia 145 tahun, kita lihat saja! (01)

 

Leave a Comment