Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Ferdy Sambo Tersangka, Kapolri: Tidak Ada Tembak Menembak  

Kapolri Umumkan Ferdy Sambo Tersangka
KETERANGAN : Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Konfrensi Pers penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka. Foto: NU

Ferdy Sambo secara resmi ditetapkan tersangka atas pembunuhan Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Penetapan tersangka terhadap Mantan Kadiv Propam Polri itu diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

 

“Timsus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka,” kata Kapolri dalam jumpa pers Selasa (9/8) malam.

 

Saat konferensi pers, Kapolri terlihat didampingi Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Komjen Agus Ardianto, Dankor Brimob Komjen Anang Revandoko. Ada juga Kabaitelkam Komjen Ahmad Dofiri serta Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo.

 

Sebelumnya Irjen Ferdy Sambo telah ditempatkan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, setelah ditetapkan masuk dari 25 personel yang diperiksa tim khusus, terkait tindakan tidak profesional pada kasus kematian Brigadir J. Dia juga salah satu dari 15 personel yang dimutasi dari jabatannya.

 

 

Mulanya, Polri menyatakan Brigadir J tewas akibat baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Polri menyebut baku tembak terjadi usai Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap istri dari Ferdy Sambo.

 

Namun dalam konfrensi pers tadi malam, Kapolri menegaskan bahwa tembak menembak di rumah dinas Kadiv Propam hanyalah rekayasa. “Tidak ditemukan fakta tembak menembak seperti yang dilaporkan. Saya ulangi, tidak ditemukan fakta tembak menembak seperti yang dilaporkan,” terangnya.

 

“Tim khusus temukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan, terhadap saudara J yang menyebabkan saudara J meninggal dunia atas perintah saudara FS. Kemudian untuk membuat seolah-olah telah terjadi tembak menembak, saudara FS melakukan penembakan ke dinding dengan senjata saudara E, untuk membuat kesan terjadi tembak menembak,” jelas Kapolri.

 

“Terkait saudara FS menyuruh atau melihat langsung penembakan, tim masih terus melakuan pemeriksaan,” tandasnya.

 

 

Kapolri Listio Sigit Prabowo tetapkan Ferdy Sambo tersangka

Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Foto: dok

 

 

Selain Ferdy Sambo, Siapa Saja Tersangka Kasus Brigadir J?

 

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, berdasarkan hasil penyidikan tim khusus Polri sudah menetapkan 4 tersangka. Agus mengatakan, para tersangka adalah Bhadara RE, Bripa RR dan KM, dan yang terbaru adalah Irjen Pol FS.

 

“Tersangka Bharada RE, Bripka RR, KM, dan terakhir Irjen Pol FS,” tegas Agus saat konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8) malam.

 

Agus juga menjelaskan peran setiap tersangka. Untuk tersangka pertama, Bharada RE, berperan menembak korban Brigadir J. RE menembak atas perintah Irjen FS.

 

Lalu, peran tersangka kedua, Bripka RR, adalah turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir J. Kemudian untuk peran tersangka ketiga, KM, berperan turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

 

“(Tersangka keempat) FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak menembak di rumahnya,” tegas Agus.

 

 

Konfrensi Pers Kabareskrim Komjen Agus Andrianto tentang Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka

KETERANGAN: Kabareskrim Kabareskrim Komjen Agus Andrianto (kedua dari kanan) turut memberikan keterangan di Konfrensi Pers di Mabes Polri tadi malam. Foto: riau online

 

 

Kabareskrim: Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati

 

Selain menetapkan Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, polisi pun mengungkapkan pasal yang disangkakan terhadap Ferdy Sambo.

 

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dikutip dari CNN Indonesia mengatakan, Ferdy Sambo dikenakan Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

 

“Penyidik menerapkan Pasal 340 jo Pasal 338 jo Pasal 55 jo 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” ujarnya Selasa (9/8). “Jika Pasal 340 diterapkan, sulit untuk lepas dari hukuman mati,” tambah Kabareskrim.

 

Sebelumnya, Bharada E lewat kuasa hukumnya Muhammad Boerhanuddin juga menyatakan tidak ada adegan tembak-menembak dalam kasus kematian Brigadir J.

 

Ia mengatakan tidak ada satu timah panas pun yang dilepaskan Brigadir J dalam insiden tersebut. Sehingga ia memastikan tidak ada insiden baku tembak dalam peristiwa maut yang menewaskan Brigadir J. (01)

Leave a Comment