Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Kemarahan Orang Tua yang Anaknya Meninggal Karena Gagal Ginjal

Kemarahan Orang Tua yang Anaknya Meninggal Karena Gagal Ginjal
SEDIH: Mariam Kuyateh menunjukkan foto putranya Musa. Usia 20 tahun. Yang meninggal usai tak bisa buang air kecil. Diduga usai meminum obat batu sirup pereda flu. Foto: Omar Wally/ BBC Indonesia

21 Oktober – (moerni) – Kemarahan orang tua yang anaknya meninggal karena gagal ginjal belum juga reda. Menurut catatan organisasi kesehatan dunia (WHO). Hingga Rabu (19/10) lalu. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 70 anak. Ini angka yang besar.

 

Salah seorang korbannya adalah Musa. Umurnya baru 20 bulan. Sebelumnya Musa sakit flu. Mariam Kuyateh-sang ibu-kemudian membawanya ke dokter. Lalu sang suami membeli obat sirup. Untuk mengatasi penyakit Musa.

 

Sepulan ke rumah. Sirup diberikan  ke Musa. Flunya sempat berhenti. Tetap ada masalah lain. “Anak saya tak bisa mengeluarkan urine.” Kenang perempuan 30 tahun itu dikutip dari BBC Indonesia.

 

Musa kemudian dibawa kembali ke rumah sakit. Ia menjalani tes darah. Hasilnya menunjukkan ia tak terkena malaria.

 

Kemudian Musa diberi perawatan lain. Tapi tetap tak berhasil. Sempat dipasang kateter. Tapi tetap tak bisa buang air kecil. Akhirnya. Bocah malang itu dioperasi. Tapi kondisi tetap tak membaik. Ia tetap tak bisa buang air kecil. Akhirnya. Bocah lucu ini tak kuat menahan sakit.  Maut datang memanggil.

 

Musa tinggal kenangan. Begitupula dengan sepeda motor mainan warna merah miliknya. Yang teronggok berdebu di pojok rumah. Di Pinggiran Serrekunda. Kota terbesar di Gambia.

 

 

Kemarahan Orang Tua yang Anaknya Meninggal Karena Gagal Ginjal

Alieu Kijera membawa anaknya, Muhammed, ke negara tetangga Senegal untuk menjalani perawatan. Akan tetapi tim dokter tak mampu menyelamatkan nyawanya. Foto: Omar Wally/ BBC Indonesia

 

 

Kesedihan serupa dirasakan pasangan Alieu Kijera dan Isatou Cham. Mereka harus kehilangan Muhammed-anak laki-laki mereka yang baru berusia 2,5 tahun.

 

Sebelum anak kesayangan mereka meninggal dunia. Alieu Kijera menceritakan sempat membawa Muhammed ke rumah sakit. Saat itu bocah malang itu menderita demam. Dan tak bisa buang air kecil. Dokter saat itu memberikan  perawatan malaria. Tapi kondisi semakin memburuk.

 

 

Alieu Kijera yang tinggal di Serrekunda terpaksa membawa Muhammed ke Senegal. Atas saran dokter. Di sana fasilitas kesehatan dianggap lebih baik. Ketimbang di Gambia. Awalnya, ada sedikit perubahan. Tapi tak lama berselang. Nyawa Muhammed melayang.

 

Sang ayah-Aliey Kijera marah besar. Ia marah kepada negaranya. Karena tak punya fasilitas kesehatan yang memadai. Seandainya Gambia memiliki fasilitas kesehatan memadai. Muhammed tak perlu dibawa ke luar negeri. Dan mungkin saja nyawanya bisa diselamatkan. Karena mendapatkan perawatan lebih cepat.

 

 

Kemarahan Orang Tua yang Anaknya Meninggal Karena Gagal Ginjal

Mariam Sisawo tiga kali membawa anaknya ke rumah sakit sebelum dirujuk ke satu rumah sakit di ibu kota. Foto: Omar Wally/ BBC Indonesia

 

 

Cerita duka juga datangg dari Mariam Sisawo. Perempuan 28 tahun ini harus merelakan putri kesayangannya-Aisha-yang baru berusia lima bulan.

 

Suatu pagi. Mariam menyadari bahwa putrinya kesulitan buang air kecil. Setelah sebelumnya meminum sirup obat batuk.

 

Saat pertama kali ke rumah sakit. Mariam sudah diberitahu. Ada sesuatu yang aneh dengan kandung kemin putrinya.

 

Dari situ. Aisha kemudian  dirujuk ke rumah sakit. Di Ibu Kota Banjul. Gambia. Jaraknya kira-kira 36 kilometer dari kediamannya. Yang adad di Brikama.

 

Aisha dirawat selama lima hari di sana. Tapi kondisi tak memberi harapan. Hingga akhirnya Aisha menghembuskan nafas terakhir.

 

Mariam begitu sedih. Aisha adalah anak perempuan satu-satunya. Kesayangan Mariam dan suaminya. “Putri saya mengalami kematian yang menyakitkan. Pada saat tertentu. Ketika dokter ingin memasang infus. Mereka tak bisa menemukan pembuluh darah,” ceritanya kepada BBC Indonesia. (01)

 

 

Leave a Comment