Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Perkosa Pekerja Indonesia, Politikus Malaysia Divonis 13 Tahun Penjara

Paul Yong Terdakwa Perkosa Pekerja Indonesia Digiring Keluar Pengadilan Tinggi IPOH Malaysia
VONIS: Paul Yong digiring Polisi Diraja Malaysia keluar dari Pengadilan Tinggi IPOH Malaysia usai divonis bersalah atas kasus perkosaan terhadap terhadap pekerja migran Indonesia. Foto: Farhan Najib/malaymail

Seorang politikus Malaysia Paul Yong Choo Kiong kemarin (27/7) dijatuhi vonis bersalah atas kasus perkosa pekerja Indonesia. Pengadilan menyatakan anggota legislatif dari Negara Bagian Perak, Malaysia itu terbukti memerkosa pembantu rumah tangga (PRT) nya yang baru berusia 23 tahun. Tepatnya di kamar lantai atas rumah terdakwa di Taman Meru Desa antara pukul 20.15 hingga 21.15 pada 7 Juli 2019.

 

Atas perbuatannya Yong dijatuhi hukuman 13 tahun penjara dan dua cambukan. Hakim juga memerintahkan Yong untuk menyerahkan paspor. Serta mengenakan uang jaminan sebesar RM15.000 atau sekitar Rp50 juta ditambah satu orang penjamin.

 

Hukuman terhadap bendahara Partai Bangsa Malaysia (PBM) dan mantan pejabat di pemerintahan Negara Bagian Perak itu sedikit ringan. Jika mengacu pada Pasal 376 (1) kitab hukum pidana Malaysia, yang ancaman hukuman maksimumnya yakni 20 tahun penjara.

 

Artikel Menarik Lainnya

 

Sementara untuk keberadaan korban, saat ini korban ada di rumah perlindungan, tempat yang dibentuk di bawah kantor perdana menteri Malaysia.

 

“Sebagai majikan Anda harus melindung pekerja Anda, terutama jika dia berasal dari negara lain dan tidak bertindak sesuai keinginan Anda. Di sinilah pepatah melayu “harap pagar, pagar makan nasi’ cocok,” ujar hakim Abdul Wahab dikutip dari The Star.

 

“Pengadilan mempertimbangkan kepentingan umum dari kasus ini, dan pelajaran tidak hanya bagi terdakwa, tetapi juga bagi mereka yang memiliki niat yang sama untuk melakukan kejahatan serupa. Hukuman jera diperlukan karena peringatan dengan kasus pemerkosaan meningkat,” kata hakim dilansir dari BBC Indonesia.

 

 

Kuasa Hukum Yong Ajukan Banding

Sementara itu, mengutip salah satu media lokal Malaymail, Kuasa Hukum Yong berencana akan mengajukan banding. Apalagi diketahui, dalam beberapa persidangan sebelumnya, Yong mengaku tidak pernah melakukan kejahatan yang dituduhkan kepadanya. Dia juga menyebut kasus ini merupakan konspirasi politik untuk menjatuhkannya.

 

 

Paul Yong Terdakwa Perkosa Pekerja Indonesia

PERKOSA: Inilah tampang Politikus Malaysia Paul Yong Choo Kiong usai dijatuhi vonis bersalah oleh pengadilan tinggi IPOH Malaysia kemarin (27/7). Foto: The Star

 

 

Awal Mula Kasus Kasus Perkosa Pekerja Indonesia

 

Menurut data BBC Indonesia, kasus ini mulai muncul Pada 8 Juli 2019. Saat itu, Yong mulai menjadi sorotan setelah pekerja migran asal Indonesia membuat laporan ke kepolisian dengan klaim bahwa dia telah diperkosa majikan.

 

Polisi menangkap Yong keesokan harinya. Mereka sempat merekam pernyataan Yong sebelum Yong dibebaskan dengan jaminan.

 

Saat itu, Kepala Kepolisian Perak Datuk Razarudin Husain mengatakan telah memeriksa Yong dan pekerja migran asal Indonesia. Pemeriksaan medis juga dilakukan kepada keduanya sebagai bagian dari penyelidikan.

 

Artikel Menarik Lainnya

 

Kapan Kasus Perkosaan Pekerjaan Indonesia Disidangkan?

 

Kasus dugaan pemerkosaan dengan terdakwa Yong naik ke meja hijau Pengadilan Ipoh pada 23 Agustus 2019. Saat itu Yong masih berstatus sebagai pejabat Perak untuk urusan perumahan negara, pemerintahan daerah, angkutan umum, urusan non-Islam sekaligus Ketua Panitia Pembentukan Desa Baru.

 

Proses Persidangan kasus Perkosa Pekerja Indonesia

 

Dengan merujuk Pasal 417 dari Kitab Hukum Acara Pidana Malaysia, kuasa hukum Yong, Datuk Rajpal Singh, meminta agar kasus kliennya dipindahkan ke Pengadilan Tinggi. Permintaan itu ditolak pada 26 November 2020. Yong dan kuasa hukumnya kemudian mengajukan kasasi ke Pengadilan Tinggi. Kasus sempat terhenti di Pengadilan Federal Malaysia akibat pandemi Covid-19.

 

Lalu, pada 15 Desember 2020, tiga orang hakim Pengadilan Federal yang diketuai oleh Ketua Hakim Tun Tengku Maimun Tuan Mat mengizinkan banding terakhir Yong, yang kemudian disidangkan Pengadilan Tinggi di Ipoh.

 

Pada 7 Desember 2021, Pengadilan Tinggi Ipoh memerintahkan Yong menyampaikan pembelaannya atas tuduhan melawan dirinya.

 

Yong mengklaim tuduhan terhadapnya adalah bagian dari konspirasi untuk menjatuhkannya karena pemerintahan Perak Pakatan Harapan (PH), yang dibentuk setelah pemilihan umum ke-14 hanya memiliki mayoritas tiga kursi. (01)

 

Leave a Comment