Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Salah Bjorka

Salah Bjorka
Inilah informasi tentang MAH pemuda asal Madiun yang diduga Bjorka. Atau setidaknya membantu Bjorka. Foto: Otonity.com

16 September – (moerni) – Upaya membongkar identitas Bjorka makin masiv. Belakangan, sudah ada dua pemuda yang diduga sebagia Bjorka. Namun sejauh ini belum bisa dipastikan. Apaka mereka adalah Bjorka? sang peretas yang dicari-cari. Jangan-jangan salah Bjorka.

 

Pemuda pertama yang diduga Bjorka adalah Said Fikriansyah. Usianya baru 17 tahun. Tinggalnya di Desa Klayan. Kecamatan Gunung Jati. Kabupaten Cirebon. Jawa Barat.

 

Namanya ramai diperbincangan sebagai Bjorka. Identitasnya dibocorkan akun Instagram @voltcyber_v2. Ia langsung panik. Shok. Pemuda yang tak tahu apa-apa dituduh sebagai Bjorka. Jangankan jadi hacker, ilmu codingpun tak punya.

 

Said shok. Secara fisik dan mental. Karena tudingan publik. Sempat tak makan. Tak minum. Fikirannya kacau. Galau. Karena telah disebut sebagai peretas. Yang tengah diburu pemerintah. Atas kasus pencurian data.

 

Said membantah. Dengan tegas ia mengatakan bukan Bjorka. Ia pun berencana melapor ke Polisi. Melaporkan orang-orang yang menudingnya sebagai Bjorka. Namun ia butuh waktu sebelum melapor. Ia masih shok. Setelah dituding sebagai Bjorka.

 

Sejauh ini belum ada petugas yang datang ke rumahnya. Namun Said merasa tak nyaman. Apalagi, data pribadinya sudah tersebar di media sosial. Dan kadung dituduh sebagai hacker Bjorka.

 

“Saya tidak tenang. Masih panik dan kaget. Ingin tenangkan diri dulu,” ujar Said dikutip dari Kompas Kamis (15/9) lalu.

 

 

Salah Bjorka

Inilah M Said Fikriansyah pemuda yang dituduh sebagai Bjorka. Foto: Tribunjabar.id/Ahmad Imam B

 

 

Selain Said, ada juga pemuda di Madiun. Yang tengah diperiksa Polisi. Ia diduga sebagai hacker Bjorka. Namanya diisialkan sebagai MAH. Usianya 21 tahun. Tinggalnya di Dusun Mawatsari, Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ia diamankan Rabu (14/9) lalu. Dan masih menjalani pemeriksaan.

 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sudah beri penjelasan. Membenarkan soal MAH. Katanya, MAH ditangkap di Madiun, Jawa Timur. Rabu malam.

 

Tapi apa benar itu Bjorka? Sang peretas yang dicari-cari? Kepala Desa Banjarsari Kulon Bambang Hermawan buka suara. Menurtnya MAH sehari-hari bekerja membantu orang tua. Berjualan es. Di depan pintu masuk pasar.

 

Ibu MAH, S, tak percaya dengan apa yang terjadi. Ia yakin anaknya bukanlah hacker Bjorka yang dicari. Jangan jadi hacker, komputerpun MAH tak punya. Yang ia punya hanyalah sebuah handphone.  “Komputer tidak punya, tidak ada komputer,” kata S, ibu kandung MAH dikutip dari detik.com.

 

Perempuan 48 tahun itu juga menjelaskan. Bahwa di kamar S, hanya ada pakaian saja. Tak ada alat-alat canggih untuk melakukan hacking atau peretasan. “Ini anak saya. Semoga segera dipulangkan,” harapnya.

 

 

Salah Bjorka

MAH sempat menjalani proses pemeriksaan di Polsek Dagangan sebelum diperbolehkan pulang. Foto: rbg.id

 

Bjorka Madiun Ditetapkan Tersangka Tapi Tak Ditahan

 

Setelah sempat diamankan, Jumat (16/9) pagi MAH pulang ke rumah. Ia pulang dijemput ayahnya Jumato. Saat pulang, dua anggota Polsek Dagangan turut menyertai.

 

Orang tua MAH mengaku belum sempat bercerita dengan MAH. Sepulang ke rumah, MAH yang kelelahan langsung tidur. Dan pada siang hari. Selepas Jumat. MAH pergi keluar. Naik motor. “(MAH) keluar. Kami tidak tahu kemana,” ujar Jumanto, dikutip dari Liputan6 tadi malam (16/9).

 

Juru Bicara Humas Polri. Kombes Pol Ade Yaya Suryana menerangkan. MAH tidak ditahan karena koorperatif. MAH berperan menyediakan channel Telegram @bjorkanism. Channel yang selama ini digunakan mengunggah informasi dari laman breach.to atau Breached Forums.

 

MAH melakukan tiga kali unggahan. Tanggal 8 September 2022 menggunggah “Stop Being an Idiot”. 9 September 2022 unggah “The next leak. Will come from the president of Indonesia”. 10 September 2022 unggah “To support people who are struggling. By holding demonstrations in Indonesia. Regarding the price of fuel oil. I will publish MyPertamina database soon”.

 

Tiga unggahan itu dijadikan alat bukti. Bersama handphone. Kartu tanda penduduk (KTP). Serta SIM Card milik MAH.

 

Meski begitu Polisi belum bisa memastikan apakah benar MAH adalah Bjorka. Hacker yang dicari. Atau sekadar simpatisan. “Lagi di dalami tim khusus,” ujarnya dikutip dari Liputan6.

 

Sementara itu, setelah menghilang beberapa hari, hacker Bjorka muncul lagi. Ia pun langsung berkomentar. Lewat thread di laman breach.to.

 

 

Ia pun tertawa terbahak-bahak. Setelah pemerintah mengklaim telah mengidentifikasi dirinya. Bahkan sudah mengamankan seseorang yang diduga sebagai dirinya.

 

Menurutnya, orang yang telah diamankan petugas bukanlah dirinya. Ia pun menyebut, semua informasi yang dijelaskan tentang dirinya. Didapat pemerintah dari Dark Tracer (@darktracer_int). Tapi semua info itu salah. Semua palsu.

 

Soal pemuda yang diamankan polisi, diduga sebagai dirinya, Bjorka menyalahkan Dark Tracer. Menurutnya, informasi palsu itu telah membuat polisi salah tangkap. “Anak ini sekarang telah ditangkap. Diinterogasi oleh pemerintah Indonesia. Untuk Dark Tracer. Ini kesalahan Anda,” lanjut Bjorka dikutip dari Kompas Tekno.

 

Bjorka juga sempat bicara soal bocah di Cirebon (Said). Katanya, bocah itu bahkan bukan seorang hacker. Lewat thread yang sama, Bjorka kembali membocorkan informasi. Katanya, dalam waktu dekat Menkominfo Johnny Plate akan segara diberhentikan. Dari jabatannya. Informasi itu didapat dari temannya. Yang bekerja di kepresidenan.

 

Sekadar mengingatkan. Menkominfo Selasa (13/9) lalu mengatakan. Pemerintah membentuk tim khusus (timsus). Tim ini akan bertugas menjaga tata kelola data yang baik di Indonesia.

 

Menko Polhukam Mahfud MD keesokannya (14/9) mengatakan. Pemerintah telah mengidentifikasi. Hacker Bjorka. Dan kini sudah ada yang diamankan. Tapi apakah yang diamankan itu benar Bjorka? Jangan-jangan salah Bjorka. Bukan Bjorka yang dicari. (01)

 

Leave a Comment