Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Garuda Beda

Garuda Beda
SELEBRASI: Muhammad Dimas Drajad melakukan selebrasi bersama punggawa timnas lainnya usai mencetak gol ke gawang Curacao. Dalam laga FIFA Match Day di Stadion GBLA tadi malam. Foto: KOMPAS.com/ADIL NURSALAM

25 September – (moerni) – Garuda beda. Garuda luar biasa. Uforia kemenangan masih terasa. Setelah Timnas Indonesia berhasil menundukkan Timnas Curacao. Garuda menang 3-2 atas tim zona Concacaf itu.

 

Gol kemenangan Garuda dicetak Mark Klok menit 18. Fachruddin Aryanto menit 22. Dan Dimas Drajad 56. Sementara Gol Curacao dicetak oleh Rangelo Janga ‘8 dan Juninho Bacuna ’25.

 

Pertandingan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tadi malam. Pertandingan benar-benar terbuka. Menghibur. Khususnya di babak pertama. Saking serunya empat gol tercipta dalam waktu kurang dari 25 menit pertandingan berjalan.

 

Di pertandingan itu. Indonesia tampil tak biasa. Terorganisi. Kompak. Dan sama sekali tak menunjukkan kepanikan. Meski harus tertinggal lebih dulu di menit ke 8. Lewat gol Rangelo Janga.

 

Para pemain lebih mengandal skil dan kerjasama satu doa. Pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu. Yang sering jadi bumbu-bahkan tak jarang berbalik merugikan nyaris tak terlihat. Di sepanjang laga.

 

Garuda Beda

BERTAHAN : Pemain Belakang Timnas Indonesia Elkan Baggott mencoba menghalau Rangelo Janga (Curacao). Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI via Detik.net

 

 

Semua pemain menunjukkan kematangan mental dan emosi. Luar biasa. Menunjukkan kelas yang berbeda dari biasanya. Semua pemain tampil bagus. Maksimal. Kompak. Dan tak lama-lama pegang bola. Tak ada pasing coba-coba. Tak ada main-main kasar.

 

Dari semua pemain Timnas yang diturunkan Coach Shin Tae-Yong. Dimas Drajjad paling menonjol. Betapa tidak. Dalam pertandingan itu. Ia mampu mencetak satu gol. Dan satu assist.

 

Assistnya disumbang untuk gol Mark Klok. Sementara gol, ia ciptakan dengan sangat berkelas. Dengan gaya flick dengan tumit belakang. Memanfaatkan umpan Pratama Arhan.  Sumbangsih yang paripurna. Untuk Garuda.

 

 

Meksipun akhirnya Dimas ditarik keluar di menit 70. Digantikan Ramadhan Sananta. Striker juga. Masih sangat muda. Usia baru 19 tahun juga. Salah satu permata garuda.

 

Kemenangan ini diraih susah payah. Karena Curacao bukan tim ecek-ecek. Mereka duduk di peringkat 100 FIFA. Tepatnya peringkat 84. Kemenangan ini berpeluang menaikkan peringkat Indonesia. Beberapa poin. Dari posisi sekarang yang 155.

 

Penampilan Garuda tadi malam boleh dibilang sempurna. Garuda menunjukkan peningkatan. Di hampir semua sisi. Termasuk stamina-yang biasa menjadi titik kelemahan. Tapi jangan jumawa. Masih ada satu pertandingan lagi. Melawan Curacao. Dua hari lagi. Pada 27 September mendatang.

 

Mari berharap Garuda bisa lebih baik. Garuda bisa natik derajat. Seperti Dimas Drajad yang sudah naik derajat. Jadi striker murni. Posisi yang sudah lama tak dihuni oleh pemain lokak. Posisi yang selama ini selalu diisi oleh pemain naturalisasi. (01)

 

Leave a Comment