Latest

Kategori berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on print

Tragedi Berdarah Kanjuruhan

Tragedi Berdarah Kanjuruhan
RUSUH : Suasana di Stadion Kanjuruhan Malang saat terjadi kerusuhan. Tampak kepulan asap gas air mata memenuhi tribun. Foto: istimewa

MALANG – 2 Oktober – (moerni) – Sepakbola Indonesia berduka. Pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Sabtu (1/10) petang berubah petaka. Tragedi berdarah Kanjuruhan menelan 174 nyawa tak berdosa. Sementara puluhan lainnya luka-luka. Ada orang tua. Remaja. Hingga anak-anak jadi korbannya.

 

Pertandingan antara kedua tim relatif mulus. Meski ada sejumlah insiden selama pertandingan. Tapi itu masih biasa. Hanya saja. Di akhir pertandingan. Tim tuan rumah. Harus mengakui keunggulan tim tamu. Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya. Kekalahan itu menjadi kekalahan kandang pertama bagi tim tuan rumah.

 

Setelah pluit tanda pertandingan selesai berbunyi. Sebagian pemain sudah menuju lorong. Ke ruang ganti.  Sebagian pemain Arema FC masih berada di lapangan. Mereka masih menyapa para supporter. Yang sepanjang laga sudah memberikan dukungan tanpa henti.

 

Sejumlah suporter kemudian turun dari tribun. Mereka hendak mendekati para idola. Mungkin sekadar untuk berjabat tangan. Memeluk. Atau swafoto.

 

Sejurus kemudian. Makin banyak suporter yang turun ke lapangan. Dan hanya dalam waktu hitungan menit, ribuan suporter ‘menyerbu’ ke tengah lapangan.

 

 

Dari rekaman video amatir yang banyak beredar di medsos terlihat. Petugas pelaksana dan pengamanan terlihat kewalahan. Melarang massa yang turun ke lapangan. Akhirnya, insiden terjadi. Mulai terlihat insiden kejar-kejaran. Pukul-pukulan. Tanpa tahu siapa yang mulai.

 

Tak lama kemudian. Suara dentuman terdengar. Itu suara tembakan. Tembakan gas air mata yang dilepaskan petugas keamanan. Masa makin menggila. Bukan mundur. Mereka malah balik menyerang. Melempari petugas dengan benda apapun. Yang ada di lapangan.

 

Berubahlah malam minggu menyenangkan itu. Menjadi tragedi berdarah. Yang akan dicatat dalam sejarah sepakbola Indonesia. Dan Dunia.

 

Kejadian ini menjadi perhatian dunia. Banyak media asing menyoriti. Salah satunya CCTV 13. Media asal China itu mengulas. Tragedi berdarah di stadion Kanjuruhan.

 

Presiden Joko Widodo angkat bicara. Meminta polisi segera mengusut tuntas. Agar tragedi Berdarah Kanjuruhan tak terulang. Dan menjadi insiden terakhir. Di Jagat sepakbola Tanah Air.

 

Mantan Wali Kota Solo juga telah memerintahkan. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Dan Menteri Pemuda dan Olahraga. Zainudin Amali. Untuk mengavaluasi semua hal. Terkait pertandingan. Mulai dari pelaksanaan hngga prosedur pengamanan dan penyelenggaran.

 

“Saya perintahkan. Untuk sementara waktu. Menghentikan Liga 1. Hingga evaluasi. Dan penyelidikan selesai dilakukan.” Ujar Jokowi melalui Channel Youtube resmi Sekretariat Negara.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa. Dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah ‘turun gunung’. Mereka mengunjungi para korba. Baik yang meninggal dunia maupun yang terluka. Dan masih dirawat di rumah sakit.

 

Khofifah juga berkomitmen membantu para korban. Dengan menggratiskan semua biaya perawatan korban. Tragedi Kanjuruhan.

 

Tragedi Berdarah Kanjuruhan Terbesar ke Dua di Dunia

 

Tragedi Berdarah Kanjuruhan menyedot perhatian dunia. Mengutip sportstars, tragedi ini adalah tragedi mengerikan nomor dua dalam sejarah sepakbola.

 

Tragedi Berdarah Kanjuruhan

Daftar insiden sepakbola terburuk di dunia. Foto: BBC Indonesia

 

 

1. Tragedi Stadion Nasional Peru

Insiden berdarah paling mengerikan di sepak bola. Terjadi pada 1964. Di Stadion Nasional Peru, Lima. Saat itu berlangsung laga kualifikasi Olimpiade. Yang mempertemukan Timnas Peru vs Timnas Argentina.

 

Gol Peru di menit akhir dianulir wasit. Dan akhirnya memicu puluhan ribu suporter turun ke lapangan. Polisi merespon tegas. Kepanikan terjadi. Hingga akhirnya 328 orang tewas dalam insiden itu.

 

2. Tragedi Berdarah Kanjuruhan

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang menewaskan sekitar 172 orang. Tragedi ini paling mengerikan sepanjang sejarah sepakbola Indonesia. Dan menjadi tragedi paling mengerikan kedua di dunia. Kejadian itu makin memilukan karena jumlah korban luka-luka juga tak sedikit.

 

Keputusan petugas keamanan menembakkan gas air mata. Ke arah penonton menjadi pemicu. Ribuan orang panik seketika. Mencoba menyelamatkan diri. Berebut keluar stadion. Untuk menyelamatkan diri. Akibatnya. Banyak yang sesak napas. Terinjak-injak. Di stadion.

 

3. Tragedi Accra

Insiden mengerikan berikutnya. Terjadi di Stadion Accra, Ghana. Pada 2001 silam. Pertemuan antara dua klub papan atas .Di negara tersebut. Heart of Oak vs Kotoko. Berubah menjadi insiden berdarah. Ulah penggemar Kotoko. Yang melempar berbagai benda. Ke lapangan. Direspons polisi dengan gas air mata.

 

Penonton yang panik. Lantas berusaha melarikan diri. Nahas, pintu-pintu keluar stadion. Tidak mau terbuka. 126 orang tewas akibat insiden tersebut.

 

4. Tragedi Hillsborough

Tragedi Hillsborough. Telah mengubah wajah sepak bola Inggris. Kerusuhan 15 Maret 1989 di Stadion Hillsborough, Sheffield. Menampar wajah negara ratu Elizabeth. Sebanyak 96 orang tewas. Setelah massa yang tak terkendali .Saat hendak menyaksikan laga semifinal Piala FA.

 

Insiden itu kemudian direspons dengan beragam aturan ketat. Soal pengendalian massa. Serta dihilangkannya tribune berdiri. Di stadion-stadion di seantero Inggris. Tragedi ini sungguh memukul Liverpool. Karena 96 orang yang tewas. Adalah pendukung mereka.

 

5. Tragedi Kathmandu Nepal

Sebanyak 93 orang tewas. Di Stadion Nasional Kathmandu, Nepal, pada 1988. Insiden mengerikan itu terjadi. Pada laga sepak bola lokal. Antara Janakpur Cigarette Factory vs Liberation Army. Kencangnya tiupan angin menjadi awal dari tragedi berdarah itu.

 

Hujan es mengakibatkan suporter berusaha berlarian menyelamatkan diri. Karena stadion sebagian besar tidak beratap. Kepanikan itu. Menyebabkan ratusan orang terinjak-injak. Saat berusaha menyelamatkan diri.

 

 

Tragedi Berdarah Kanjuruhan

RUSAK: Suasana di depan pintu masuk stadion Kanjuruhan Malang paska kerusuhan. Foto: Getty Images via BBC Indonesia

 

Tragedi Berdarah Kanjuruan Bukan Bentrok Antar Suporter

 

Menteri Koordinator Bidang Politik. Hukum. Dan Keamanan. Mahfud MD menyebutkan. Kerusuhan yang terjadi. Di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sabtu (01/10). Bukanlah bentrok antar suporter.

 

Karena saat pertandingan. Suporter Persebaya. Dilarang menonton. Hanya ada suporter Arema di lapangan.

 

Mahfud menjelaskan. Para korban umumnya meninggal. Karena desak-desakan. Saling himpit. Dan terinjak-injak. Sesak nafas. “Tak ada korban pemukulan. Atau penganiayaan antar supporter.” lanjut dia. Dalam keterangan dikutip via BBC Indonesia.

 

Mahfud menjelaskan. Sebelum pertandingan. Pihak keamanan sudah mengusulkan. Agar pertandingan tidak dilaksanakan  pada malam hari. Namun akhirnya pertandingan tetap dilaksanakan malam hari.

 

“Usul-usul itu. Tidak dilakukan panitia. Yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam. Dan tiket yang dicetak. Jumlahnya 42 ribu. ” ungkap Mahfud.

 

 

Apa yang Terjadi di Kanjuruhan?

 

Sejatinya. Stadion Kanjuruhan Malang. Menjadi tuan rumah laga. Pekan ke-11 Liga 1 2022-20233. Antara Arema FC dan Persebaya Surabaya. pada Sabtu (1/10) lalu.

 

Namun, gol Sho Yamamoto pada menit ke-51. Memastikan Arema kalah. Dari tamunya Persebaya dengan skor 2-3.

 

Hasil pertandingan derbi Jatim rupanya. Kurang diterima oleh sebagian pendukung Arema FC. Beberapa di antaranya turun ke lapangan. Untuk mencari pemain dan ofisial. Mereka berhamburan masuk ke lapangan. Dengan meloncati pagar. Sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

 

Petugas pengamanan melakukan upaya pencegahan. Mengejar. Dan mengamankan para suporter. Namun mereka kalah banyak. Jumlah suporter yang turun ke lapangan. Terus bertambah. Sebuah laporan menyebutkan. Diperkirakan ada tig ribu suporter. Yang turun ke lapangan. Saat kejadian.

 

 

Tragedi Berdarah Kanjuruhan

BANTU : Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).
Foto: Antara Via BBC Indonesia

 

Petugas Menembakan Gas Air Mata

 

“Karena gas air mata itu. Mereka pergi ke luar. Ke satu titik. Pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan. Dan dalam proses penumpukan itu. Terjadi sesak napas. Kekurangan oksigen.” Jelas Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Dikutip dari kantor berita Antara.

 

Gas air mata dilepaskan. Untuk menghalau supporter. Yang masuk lapangan. Usai pertandingan. “Kami ingin menyampaikan. Bahwa dari 40.000 penonton. Yang hadir kurang lebih. Tidak semuanya anarkis.Tidak semuanya kecewa. Hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan. Yang masuk turun. Ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya. Tetap di atas [tribun],” kata Nico.

 

 

Aturan FIFA Soal Penggunaan Gas Air Mata

 

Badan sepak bola dunia FIFA. Sebetulnya sudah mengatur. Soal penggunaan gas air mata. Dalam Stadium Safety. And Security Regulation. Pasal 19. FIFA menetapkan. Petugas keamanan atau polisi. Tidak boleh membawa senjata api. Atau “gas pengendali massa”. Dalam pertandingan sepak bola.

 

Reuters sudah melayangkan pertanyaan tersebut kepada Polda Jawa Timur. Namun tidak ada jawaban. Namun dalam keterangan Pers Minggu (02/10). Kapolda Jawa Timur. Irjen Pol Nico Afinta berkata. Massa telah anarkis.

 

“Mereka menyerang petugas. Merusak mobil,” kata Nico dikutip dari BBC Indonesia. Karena alasan itu sambungnya. polisi menembakkan gas air mata. Untuk “mengontrol situasi”.

 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) dalam siaran persnya mengatakan. Ada dugaan penggunaan kekuatan. Yang berlebihan (excessive use force). Melalui penggunaan gas air mata. Dan pengendalian masa. Yang tidak sesuai prosedur. Hingga menyebab banyak korban jiwa.

 

“Seluruh pihak yang berkepentingan. Harus melakukan upaya penyelidikan. Dan evaluasi yang menyeluruh. Terhadap pertandingan ini,” kata YLBHI melalui siaran persnya.

 

Tragedi Berdarah Kanjuruhan

Penonton menggotong penonton lain yang pingsan karena gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (01/10). Foto: Getty Images
via BBC Indonesia

 

 

Pernyataan PSSI dan Kemenpora Soal Tragedi Berdarah Kanjuruhan

 

Ketua PSSI Mochamad Iriawan telah menyatakan belasungkawa. Kepada Aremania. Yang jadi korban tragedi berdarah Kanjuruhan.

 

“PSSI menyesalkan. Tindakan suporter Aremania. Di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita. Dan meminta maaf. Kepada keluarga korban. Serta semua pihak. Atas insiden tersebut.” Tulisnya melalui keterangan resmi di situsnya.

 

Irawan juga menulis. Bahwa PSSI telah membentuk tim investigasi. Dan segera berangkat ke Malang. Ia pun menyatakan “mendukung kepolisian. Untuk menyelidiki kasus ini”.

 

Untuk sementara. Iriawan menyatakan kompetisi Liga 1 2022/2023. Dihentikan selama sepekan. Dan Arema FC dilarang. Menjadi tuan rumah. Selama sisa kompetisi.

 

Sementara itu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Zainudin Amali berjanji. Mengevaluasi kondisi keamanan. Dalam pertandingan sepakbola. Dan mempertimbangkan laga digelar tanpa penonton. Seperti dilaporkan Reuters.

 

“Ini harus diinvestigasi. Tak bisa dibiarkan. Dan harus menjadi. Yang terakhir.” tegas Menpora Amali. Kepada Kompas TV. Di acara Breaking News.

 

“Ini sangat memprihatinkan kita semua. Kita turut berduka cita atas musibah ini. Di tengah kita sedang mempersiapkan diri. Untuk melakukan kegiatan-kegiatan sepak bola. Yang bahkan. Untuk tingkat dunia.” Kata dia.

 

 

Respon Arema FC dan Persebaya atas Tragedi Berdarah Kanjuruhan

 

Manajemen Arema FC telah menyampaikan permintaan maaf. Kepada keluarga korban. Akibat kerusuhan. Yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Sabtu kemarin.

 

Ketua Panpes Arema FC Abdul Haris menyatakan. Manajemen siap menerima saran dan masukan. Dalam penanganan. Pasca musibah yang terjadi di Kanjuruhan.

 

“Turut bertanggung jawab. Atas penanganan korban. Baik yang telah meninggal dunia. Dan yang luka-luka,” katanya dalam keterangan via situs resmi mereka, Minggu (02/10). (01)

 

 

 

 

Leave a Comment